Wamentan Alim Siap Dukung Mentan Amran Percepat Transformasi Pertanian Modern
JAKARTA – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Alim Setiawan Slamet menyatakan siap mendukung Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman dalam mempercepat transformasi pertanian nasional melalui penerapan teknologi modern, inovasi, dan riset untuk meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan petani. Hal itu disampaikannya dalam acara penyambutan di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Senin (19/10). Alim menegaskan bahwa swasembada pangan berkelanjutan perlu ditopang oleh peningkatan produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan sistem pertanian. Pengembangan pertanian modern akan terus didorong melalui pengujian dan penerapan teknologi tepat guna, dengan potensi produktivitas padi lebih dari 10 ton per hektare.
Selain menjaga keberlanjutan swasembada beras, Alim akan memberi perhatian pada peningkatan produksi kedelai dan bawang putih untuk memperluas areal tanam, meningkatkan produktivitas, dan mengurangi ketergantungan terhadap impor. Upaya tersebut mencakup pengembangan varietas unggul, penerapan standar operasional prosedur (SOP) budidaya, serta pemanfaatan teknologi. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi Kementan, perguruan tinggi, dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) agar hasil penelitian dapat diterapkan sesuai kebutuhan petani dan kondisi lahan di berbagai daerah.
Sementara itu, Mentan Amran menegaskan bahwa peralihan dari sistem pertanian tradisional menuju pertanian modern menjadi langkah penting untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat. Strategi tersebut ditempuh melalui pengembangan komoditas unggulan, optimalisasi lahan, pompanisasi, pemanfaatan teknologi, serta penguatan ekosistem pertanian dari hulu hingga hilir. Mentan Amran juga menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan swasembada beras pada 2026 dan mempercepat peningkatan produksi komoditas strategis lainnya. Wamentan Alim berkomitmen mengawal arahan tersebut bersama jajaran Kementan agar transformasi pertanian memberikan dampak nyata berupa peningkatan produktivitas, efisiensi biaya produksi, dan kesejahteraan petani.